PPI IIUM Website
Karyakita


Hikmah , Ilmu dan Makrifat PDF   E-mail
 
 Syaikh Abdul Qadir Bin Musa Al Jailani, seorang ulama terkemuka kelahiran Tabaristan, Iraq pada 1 Ramadhan 471 H, dikenali juga sebagai Sultannya para Wali Allah.
 
Ramai orang yang membaca manaqib atau sejarah kehidupan beliau melalui kitab Lubabul ma’aani, bahkan ada yang menjadikannya sebagai wirid bacaan mingguan bahkan harian, walau ramai yang tidak faham isi kitab tersebut.
 
Dalam kitab tersebut banyak diceritakan tentang kewaraan, kejujuran dan kekuatannya dalam beribadah juga kelebihan-kelebihan atau keramat yang banyak, samada ianya benar atau tidak, wallahu a’lam.
 
Pada suatu masa terjadilah trend gaya hidup bahwa ramai para lelaki rajin beribadah , banyak sembahyang sunat, banyak berzikir dengan menyendiri di dalam gua selama berhari-hari, hingga pada suatu masa datanglah sebuah lembaga besar dengan sinarnya dan berkata kepada setiap lelaki yang bertapa tersebut :
 
Last Updated on Monday, 24 January 2011 12:31
Read more...
 
Price Theory from Islamic Perspective PDF   E-mail
PRICE THEORY FROM ISLAMIC PERSPECTIVE: AN ANALYSIS FROM THE EARLIER MUSLIM SCHOLAR’S THOUGHT
By

Nurizal Ismail
 


INTRODUCTION

Economic theories that we know in present time are the theories that originates from western civilization in the form of capitalism and socialism. In fact, Muslims have been made amnesia by those who wish to eliminate evidence of the progress of literary and authentic Islamic thought (golden age) which had previously produced many great works in his time, without exception economic theories that have been generated by the first Muslim thinkers such as Abu Yusuf, Ibn Sina and Imam Ghazali. Therefore, according to Sabri Orman, the sources of Islamic economic thought can be traced through 2 ways from the general and specific sources.

One of the economic theories discussed by the earlier Muslim thinkers was the concept of market price, which has very sensitive component to the economy of state. Even in some hadith explains the concept of market prices is a clear and detailed. Therefore, by reviving the literature of Islamic economic thought, Muslims in the world will re-capture their glory. This paper attempts to study the theory of price from Muslim scholars such as Imam Shafi'i, Qadi 'Abdul Jabar, Ibn Taymiyyah and Imam Ghazali. Furthermore, it will be compared to the western concept whether the theory has been introduced western prices equal to what has been written by Muslim thinkers and what the similarities and distinguishes between them. Finally, it will be conceptualized in the Islamic economics.

BACA DAN DOWNLOAD ARTIKEL SELENGKAPNYA
Last Updated on Saturday, 08 January 2011 21:04
 
Fiat Money dan Perampokan Negara PDF   E-mail

“FIAT MONEY” DAN PERAMPOKAN NEGARA

Masih segar dalam ingatan kita betapa dasyatnya dampak krisis moneter yang dialami Indonesia pada tahun 1997/1998. Krisis yang tertransmisikan dari Thailand tersebut telah menghacurkan sendi-sendi perekonomian. Pada saat itu, secara makro tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia merosot signifikan menjadi -13,7%, inflasi menembus 2 digit, tingkat bunga simpanan menembus level 58%, tingkat kemiskinan langsung meroket menembus 16,7% serta tingkat pengangguran mencapai 39,1% (BPS, 2000).

            Sungguh ironis bilamana kita melihat dampak krisis moneter di atas. Ironis karena dampaknya dirasakan secara masal walaupun hingga kini, kita merasa bukan sebagai penyebabnya. Memang krisis keuangan yang terjadi selama ini adalah bukan suatu kebetulan, namun ada skenario global yang mengaturnya dengan perantaraan suatu intrumen moneter. Dengan demikian, pengulangan krisis pada masa mendatang hanya akan dapat dicegah bila intrumen (sarana) pemicu krisis ini diamputasi sesegera mungkin. Intrumen pencipta dan pemicu krisis itu adalah “Fiat Money” atau sering dikenal dengan uang kertas dan coin.

 

 

BACA DAN DOWNLOAD ARTIKEL SELENGKAPNYA

 

Ditulis oleh : Dimas Bagus Wiranata Kusuma

 

Kandidat Master of Economics International Islamic University Malaysia (IIUM)

 

Last Updated on Saturday, 08 January 2011 20:59
 
Keluarga Samara PDF   E-mail
SUAMI ISTRI ADALAH
PENUTUP AIB, PERHIASAN, SUMBER KETENTRAMAN DAN KESENANGAN
BAGI PASANGANNYA
Oleh: Mustofa*
 


"Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma'af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu" (QS. Al-Baqoroh [2]:187)


Ayat tersebut adalah ayat populer yang sering dibaca, dikutip dan dikaji ketika akan datang dan selama bulan Ramadhan. Ayat tersebut menerangkan tentang beberapa aturan ketika berada di bulan Ramadhan. Salah satu aturan tersebut adalah dihalalkannya seorang suami melakukan hubungan badan dengan istrinya kapanpun di sepanjang  malam hingga terbit fajar. Sebelum ayat ini turun, batas akhir boleh menggauli istri adalah  waktu Isya' atau tidur sebelum Isya'. Tentu ini sangat berat bagi para sahabat Rasulullah, dan tentu juga bagi siapa saja. Oleh karena itu Allah swt menurunkan ayat tersebut.

Yang menjadi fokus dalam kajian ini adalah kata Libas yang tersebut dalam ayat tersebut.  Dalam ayat tersebut Allah swt menyebut bahwa suami adalah Libas bagi istrinya dan istri juga adalah Libas bagi suaminya. Kata Libas mempunyai arti penutup tubuh (pakaian), pergaulan, ketenangan/ketentraman, dan kesenangan/kegembiraan/kenikmatan.


DOWNLOAD DAN BACA SELENGKAPNYA
Last Updated on Monday, 25 October 2010 00:39
 
Manajemen Harta Dalam Islam PDF   E-mail

MANAJEMEN HARTA DALAM ISLAM: SEBUAH KAJIAN ANALISIS DARI PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM IBN SINA?

 

Oleh: Nurizal Ismail* 

PENDAHULUAN

Studi tentang ekonomi Islam kini semakin banyak digeluti baik dari kalangan Muslim dan non-Muslim. Perberkembangannya juga menuju arah yang terus lebih baik karena telah terbukti dapat memecahkan permasalahan-permasalah ekonomi. Harta adalah objek yang sangat mendasar dari sebuah perekonomian yang digunakan manusia untuk bertahan hidup di dunia ini. Manusia sebagai makhluk rasional harus mempertimbangkan apa yang harus dilakukan untuk kekayaannya hari ini dan pada masa yang akan datang. Permasalahan ekonomi makro terletak pada pengelolaan ekonomi rumah tangga (tingkat ekonomi mikro) yang masih kurang dimengerti oleh banyak orang. Dengan kata lain, orang-orang harus berpikir bagaimana pengelolaan harta atau pendapatan dapat berguna bagi kehidupan yang lebih baik di masa depan. Sayangnya, mereka hanya mengetahui konsep manajemen harta dari sistem kapitalis yang berdasarkan pada suku bunga sebagai salah satu instrumental dasar ekonominya. Padahal, mereka seharusnya menyadari bahwa worldview ekonomi Islam berbeda dari worldview ekonomi barat. Ibnu Sina dalam buku politiknya (kitab al-siy?sah) menempatkan gagasan manajemen kekayaan pada konsep pengelolaan rumah tangganya ('ilm Tadbir al-Manzil).

 

 

BACA SELENGKAPNYA 

 


* Mahasiswa Pasca Sarjana di Iinternational Institute of Islamic Thought (ISTAC),IIUM dan Dosen STEI Tazkia.

Last Updated on Saturday, 09 October 2010 19:41
 
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>

Page 1 of 2

Thursday, 23. February 2012

<--

Valid XHTML & CSS | --> Designed by: Death By Computer Crew => VintzVolcano